Jumat, 11 Januari 2013

PANTUN



PANTUN


A.       Pengertian Pantun
Pantun merupakan salah satu jenis karya sastra Indonesia lama. Pada awalnya merupakan karya sastra lisan. Namun, sekarang banyak juga dijumpai pantun yang tertulis. Berdasarkan isinya, ada pantun jenaka, pantun nasihat, dan pantun teka-teki.

B.       Ciri-ciri Pantun
Pantun termasuk jenis puisi. Pantun digunakan oleh orang zaman dulu untuk mengungkapkan perasaan hatinya kepada orang lain. Oleh karena itu, pantun adalah contoh puisi lama Indonesia. Apa saja ciri-ciri pantun itu?
Inilah ciri-ciri pantun.
1. Satu bait terdiri atas empat baris.
2. Setiap baris terdiri atas 8-12 suku kata.
3. Baris pertama dan kedua disebut sampiran.
4. Baris ketiga dan keempat disebut isi.
5. Sajak atau persamaan bunyi adalah a-b-a-b.
6. Baris pertama bersajak dengan baris ketiga.
7. Baris kedua bersajak dengan baris keempat

Berdasarkan ciri-ciri pantun di atas, ayo cermati bukti di bawah ini!

Satu dua tiga empat (a)
Lima enam tujuh delapan (b)
Cari ilmu sampai dapat (a)
Untuk bekal hari depan (b)

Inilah penjelasannya.
1.         Pantun di atas terdiri dari empat baris.
2.         Baris pertama diakhiri bunyi pat, diberi simbol a
3.         Baris kedua diakhiri bunyi pan, diberi simbol b
4.         Baris ketiga diakhiri bunyi pat, diberi simbol
5.         Baris keempat diakhiri bunyi pan, diberi simbol b.
6.         Dengan demikian, pantun di atas memiliki pola sajak atau bunyi akhir a-b-a-b.

C.        Jenis-jenis Pantun

Berdasarkan isinya, pantun dapat dibedakan menjadi beberapa macam, antara lain pantun nasihat, pantun teka-teki, pantun jenaka, pantun adat, pantun agama, pantun nasib, dan pantun perkenalan.

Contoh:
a.        Pantun Nasihat

Berakit-rakit ke hulu
Berenang-renang ke tepian
Bersakit-sakit dahulu
Bersenang-senang kemudian


b.        Pantun Teka-teki

Kalau puan, puan cerana
Ambil gelas di dalam peti
Kalau tuan bijaksana
Binatang apa tanduk di kaki

c.         Pantun Jenaka

Elok rupanya pohon belimbing
Tumbuh di dekat limau tungga
Elok berbini orang sumbing
Biar marah ketawa juga

d.        Pantun Adat

Lapun Melapun ke Inderagiri
Singgah sebentar ke belipuh
Ampun hamba tegak berdiri
Ujudnya duduk dengan bersimpuh

e.        Pantun Agama

Asam hadis asam gelugur
Ketiga asam riang-riang
Menangis di pintu kubur
Teringat badan tidak sembahyang

f.     Pantun Nasib

Asam pauh dari seberang
Tubuhnya dekat tepi tebat
Badan jauh di rantau orang
Jika sakit siapa mengobat

g. Pantun Perkenalan

Dari mana hendak ke mana
Dari Jepang ke Bandar Cina
Kalau boleh kami bertanya
Bunga yang kembang siapa punya


D.       Berbalas Pantun
Dahulu, banyak orang yang bermain pantun. Bermain pantun dilakukan berpasangan dan berkesinambungan. Permainan ini disebut berbalas pantun. Biasanya, pantun yang dimainkan adalah pantun jenaka. Pantun jenaka dapat menghibur hati para pemain dan penonton karena kelucuannya. Isi pesannya berupa sindiran untuk lawan mainnya.
Berbalas pantun seperti halnya pantun berkait, yaitu suatu rangkaian pantun yang sambung-menyambung. Namun, berbalas pantun merupakan bentuk tanya jawab dengan menggunakan pantun. Pantun yang pertama berupa pertanyaan atau tanggapan. Kemudian, pantun dibalas dengan pantun yang kedua berupa jawaban ataupun tanggapan. Begitu seterusnya.

Coba kamu perhatikan pantun-pantun berikut ini!

Ikan tuna bukan di tambak
Ikan dimasak potong siripnya
Kami tertawa terbahak-bahak,
lihat adik ompong giginya
Ada anak makan durian
Sayang tidak ada pisaunya
Ada yang ingin bepergian
Sayang ternyata kosong dompetnya
Lihat paku di atas pagoda
Menancap dalam indahnya kayu
Bukan niat aku menggoda
Apa yang salah dengan wajahmu

Pulang ke rumah jalan Margonda
Untuk memetik si buah duku
Bilang saja niat menggoda
Karena cantik menghias wajahku

Banyak jerapah di kebun binatang
Di pagar kawat terkurung satu
Adakah masalah coba kau bilang
Agar dapat aku membantu

Kulit bambu di atas papan
Di belah satu masukkan ke saku
Baiklah aku akan katakan
Maukah kamu kerjakan PR-ku

urung gelatik hinggap di bambu
Bulunya indah sepanjang masa
Ternyata cantik hanya kelebihanmu
PR semudah itu kamu tak bisa

Tong kosong nyaring bunyinya
Dipukul palu jadi abu
Kamu sombong memang nyatanya
Aku malu jadi temanmu

Kuda berlari masuk ke jurang
Rodanya patah kusirnya jatuh
Ayo kemari kamu kutantang
Jangan beraninya hanya dari jauh

Anak ayam turun sepuluh
Anak itik jumlahnya lima
Daripada kita jadi musuh
Lebih baik berteman saja


Burung bangau terbangnya tinggi
Hinggap di dahan pohon kamboja
Kalau kamu memang berani
Jangan hanya bicara saja

Sepat seput kelapa di parut
Kelapa sebelah diambil dagingnya
Aku bukan takut atau pengecut
Lebih baik mengalah daripada terluka


E.        Menulis Pantun
Kamu dapat menuangkan perasaan melalui pantun, pantun dapat berisi tentang persahabatan, ketekunan, kepatuhan, dan lain-lain.
Coba kamu perhatikan contoh pantun berikut ini.

Pantun nasihat Pantun nasihat
(tema: ketekunan)                                                                     (tema = ketuhanan)
Ke mana kancil kita kejar                                                           Rumput ilalang bergoyang-goyang
Ke dalam pasar kita mencari                                                    Tertiup angin ke sana-sini
Ketika kecil rajin belajar                                                             Mari kita tunaikan sembahyang
Setelah besar senanglah diri                                                     Bekal kita di akhirat nanti


F.        Memahami Isi Pantun
Untuk mengetahui isi pantun, kita cukup memperhatikan larik/baris ke-3 dan ke-4. Pada larik-larik itulah terdapat isi pantun.

Perhatikan pantun-pantun di bawah ini.

(1)  Tangan baunya pandan
Lumayan untuk buang puntung
Jangan asal punya kegemaran
Kegemaran itu haruslah punya untung

(2)  Pohon damar harganya turun
Di bawah berulam dan berguguran
Kegemaran Alda hanya melamun
Sudah tua terus pengangguran

Pantun (1) berisi nasihat agar kita tidak asal punya kegemaran. Kita harus memiliki kegemaran yang menguntungkan. Kegemaran yang dimaksudkan dalam pantun itu, di antaranya berolahraga atau membaca. Kedua jenis kegemaran itu memang menguntungkan bagi kita. Berolahraga membuat badan sehat, sedangkan membaca menambah wawasan dan ilmu pengetahuan.
Pantun (2) berisi cerita tengang Alda yang kegemarannya melamun. Karena itu, ia menjadi pengangguran terus sampai ia tua.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar