Jumat, 11 Januari 2013

Kalimat tunggal dan Majemuk



Kalimat Tunggal dan Kalimat Majemuk

Dilihat dari segi bentuknya, kalimat dibagi menjadi dua, yaitu kalimat tunggal dan kalimat majemuk
1.        Kalimat Tunggal

Kalimat tunggal adalah kalimat yang terdiri dari satu pola kalimat, yaitu terdiri dari satu subjek, satu predikat, dan bisa dilengkapi dengan objek dan keterangan.
Contoh:
-            Kakak    berlari
S            P
-            Pak Arman   makan     bakso
S                P             O
-            Pak Arman   makan    bakso    di kantin
S                P              O           K
Perluasan kalimat tunggal dapat dilakukan di antara keterangan tempat, keterangan waktu, keterangan alat, keterangan cara, dan sebagainya.
Perhatikan contoh berikut.
1.        Amir     bermain      sepak bola       di lapangan
S          P                O                   Ket. tempat
2.        Paman     mengunjungi      kami      kemarin
S                      P            O       Ket. waktu
3.        Ibu     menjahit     pakaian      dengan rapi
        S           P                 O              Ket. cara
4.        Rini      manulis      surat       dengan mesin tik
         S             P             O               ket. Alat








1.        Kalimat Majemuk
Kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri dari dua kalimat tunggal menjadi satu kalimat yang dihubungkan oleh kata penghubung/sambung. Oleh sebab itu, kalimat majemuk memiliki induk kalimat dan anak kalimat.
Jenis-jenis kalimat majemuk sebagai berikut.
A. Kalimat majemuk setara
Kalimat majemuk setara adalah kalimat majemuk yang unsur atau bagian-bagiannya mempunyai hubungan sederajat, atau dengan kata lain, kalimat yang terjadi dari gabungan beberapa kalimat tunggal yang setara. Berdasarkan kata sambung yang digunakan, kalimat majemuk setara dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:
a.         Setara penggabungan/penjumlahan
Kata sambung yang digunakan adalah dan, lalu, lagi
- Saya menangkap ikan
- Ibu mengolahnya
* Saya menangkap ikan dan ibu mengolahnya
b.        Setara memilih
Kata sambung yang digunakan adalah atau
Contoh
Kamu tinggal di sini
Kamu ikut pergi dengan kami
* Kamu tinggal di sini atau ikut pergi dengan kami
c.                                           Setara pertentangan
Kata sambung digunakan adalah tetapi, melainkan, sedangkan
Contoh:
Roni rajin belajar
Adiknya malas
* Roni rajin belajar, tetapi adiknya malas

B. Kalimat majemuk bertingkat

Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat majemuk yang hubungan antara unsur-unsurnya tidak sederajat. Salah satunya ada yang berfungsi sebagai induk kalimat, sedangkan unsur lainnya berfungsi sebagai anak kalimat. Berdasarkan kata sambung yang digunakan, kalimat majemuk bertingkat dibedakan sebagai beriku:
Ø    Kalimat majemuk pengandaian
Kalimat majemuk yang ditandai oleh kata sambung jika, seandainya, andaikan


Contoh:
Rini akan datang ke rumahku
Hujan turun deras

·           Rini tidak akan datang ke rumahku      jika          hujan turun deras
            Induk kalimat    Kata sambung           anak kalimat   
·           Jika   hujan turun deras,  Rini tidak akan datang ke rumahku
                 Anak kalimat                      induk kalimat
Anak kalimat selalu didahului oleh kata penghubung/sambung

Ø  Kalimat majemuk perbandingan
Kalimat majemuk ditandai oleh kata sambung ibarat, seperti,bagaikan, laksana
Contoh:
Ia merasa hidup seperti dalam penjara biarpun tinggal di rumah yang indah
Biarpun tinggal di rumah yang indah, ia merasa hidup seperti dalam penjara
Kalimat majemuk hubungan sebab
Kalimat majemuk yang ditandai oleh kata sambung sebab, karena, oleh karena itu
Contoh:
Andi tidak masuk sekolah karena sakit
Karena sakit, Andi tidak masuk sekolah

Ø  Kalimat majemuk hubungan akibat
Kalimat majemuk ditandai oleh kata sambung sehingga, sampai, maka
Contoh:
- Kakak bekerja terlalu payah sehingga jatuh sakit
Ø  Kalimat majemuk hubungan cara
Kalimat majemuk ditandai oleh kata sambung dengan
Contoh:
Dengan sangat hati-hati, polisi akhirnya dapat menangkap pencuri itu
Ø  Kalimat majemuk hubungan penjelasan
Kalimat majemuk ditandai oleh kata sambung bahwa
Contoh:
Bapak guru menjelaskan bahwa belajar bahasa itu sangat besar sekali manfaatnya


Ø  Kalimat majemuk hubungan waktu
Kalimat majemuk yang ditandai oleh kata sambung ketika, sewaktu, semasa
Contoh:
Saya belajar ketika ayah datang dari kantor
C. Kalimat majemuk campuran
Kalimat majemuk campuran ialah kalimat majemuk yang merupakan gabungan dari kalimat majemuk setara dengan kalimat majemuk bertingkat. Dalam kalimat majemuk campuran, sekurang-kurangnya terdiri dari tiga kalimat tunggal.
Contoh:
Pekerjaan itu sudah selesai ketika ayah datang dari kantor dan ibu sudah menidurkan adik
Induk kalimat  : a. Pekerjaan itu sudah selesai
Anak kalimat   : b. Ayah datang dari kantor
                          c. Ibu sudah menidurkan adik
Jadi, dalam kalimat tersebut terdiri dari tiga kalimat tunggal, satu induk kalimat dan dua kalimat menjadi anak kalimat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar